Tuhan Gembalaku

ditulis oleh Marcel Josojuwono, 23 Januari 2021


Mazmur 23
23:1 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Berapa banyak dari anda yang hafal akan pasal ini? Mazmur 23 ini mungkin merupakan salah satu pasal paling terkenal di dalam Alkitab. Kata-katanya begitu menyejukkan dan tidak heran begitu banyak lagu pujian yang didasari oleh pasal ini. Akan tetapi terkadang karena terlalu sering dinyanyikan dan disebutkan kita jadi lupa untuk merenungkannya. Pada akhirnya bisa-bisa ayat yang begitu luar biasa ini hanya berakhir sebagai mantra saja.

Syarat Utama Mazmur 23
Coba renungkan sejenak, apa sih yang menyebabkan anda menemukan kedamaian ketika membaca semua janji tersebut? Apakah karena janjinya yang begitu indah? Kalau dipikir-pikir sebenarnya terdapat satu benang merah yang dapat menghubungkan semua kalimat tersebut. Semua janji tersebut hanya berlaku apabila ada syarat utama yang terpenuhi, yaitu pengakuan anda terhadap Tuhan bahwa Dialah Gembala dalam hidup anda.

Semua janji tersebut hanya berlaku apabila ada syarat utama yang terpenuhi, yaitu pengakuan anda terhadap Tuhan bahwa Dialah Gembala dalam hidup anda.

Akan tetapi mengakui hal tersebut tidaklah cuma sekedar dimulut saja. Ketika anda mengakui hal Tuhan sebagai gembala, berarti anda memposisikan diri anda sebagai “hewan” yang tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apapun. Diluar daripada-Nya anda tidak dapat menemukan tuntunan, kesegaran, peristirahatan, kekuatan dan damai. Hal ini berarti anda juga siap dituntun, dibimbing bahkan didisiplinkan ketika anda serong. Seluruh rasa damai yang anda rasakan setelah membaca ayat ini seharusnya bersumber bukan dari apa yang anda akan dapatkan, melainkan siapa yang akan bersama dengan yakni Sang Gembala Agung itu sendiri.

Melihat Janji-Nya Dari Sudut Pandang Domba
Setelah anda mengakui hal terutama tersebut, maka seharusnya anda menyadari bahwa makan dari setiap kalimat ini begitu dalam. Cobalah baca secara perlahan setiap kata dari pasal ini dan lihatlah dari perspektif anda sebagai domba:

Mazmur 23
23:1 Tuhan adalah Gembalaku. Ketika saya bersama dengan Sang Gembala, saya tidak berkekurangan. Hal ini berarti saya mengakui hanya pada-Nya kebutuhan saya tercukupi dan bukan pada yang lain.

23:2 Hanya bersama Sang Gembalalah terdapat peristirahatan yang sebenarnya. Saya dapat lari mencari sumber yang lain, tetapi tanpa tuntunan-Nya saya tidak akan menemukan air itu.

23:3 Sang Gembala menuntun saya ke jalan yang benar. Hal ini berarti saya siap ditarik kembali ketika jalan saya sudah mulai serong.

23:4 Ketika saya mengatakan tidak takut bahaya, saya mengakui bahwa gada dan tongkat Sang Gembala menunjukkan otoritas dan kuasa. Tidak ada otoritas lain yang dapat membuat pikiran saya menjadi gentar karena ada batu karang yang teguh.

23:5 Sang Gembala menyediakan makanan didepan musuh dan masalah saya. Hal ini berarti saya menyandarkan khawatir saya kepada-Nya. Bahkan saya yakin bahwa saya telah menerima terdapat berkat secara berlimpah-limpah.

23:6 Bahkan ketika saya berjalan dalam bimbingan Sang Gembala, berkat itu mengikuti saya. Hal ini berarti saya tidak mengejar berkat melainkan hanya hadirat-Nya saja yang terutama. Berkat itu merupakan bonus yang sudah pasti saya dapatkan.

Hari ini coba lihat kembali ke dalam hidup anda dan renungkan: Sudahkah anda mengakui Tuhan sebagai Sang Gembala?  Apakah benar respon hidup anda merefleksikan hal tersebut? Jika ya apakah anda sungguh-sungguh percaya akan janji tersebut? Semoga dari perenungan ini membuat anda meresapi dan menikmati semua hal diatas.



Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s