Diubahkan Saat Berdoa Untuk Mereka Berubah

ditulis oleh Richelle Kwok, 19 Januari 2021


Ketika kita mendoakan orang lain, pada umumnya sangat mudah bagi kita untuk membawa mereka yang kita sayangi. Apalagi ketika kita dalam kondisi baik, semua kata-kata indah pun mudah terucap. Namun, pernah terpikir bagi kalian untuk mendoakan seseorang yang tidak anda sukai? Yesus dengan jelas mengajarkan bahwa tidak hanya harus mendoakan orang yang kita senangi saja, melainkan untuk mereka juga yang bahkan menganiaya kita.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu

Lukas 5:44

Tentunya dalam mempraktekkan doa ini, tentunya semua berpikir bahwa kita harus mendoakan mereka untuk berubah. Akan tetapi sebenarnya apakah benar ini tujuan dari Yesus mengajarkan itu? Pada tulisan ini saya ingin membagikan pelajaran menarik yang saya dapatkan ketika mencoba untuk mendoakan mereka yang tidak saya senangi.

Respon Diri yang Diubah
Suatu waktu saya pernah melewati momen yang sulit untuk mendoakan orang yang pernah melukai saya. Jangankan mendoakannya, mengingat untuk menyebutkan namanya saja, sulit rasanya untuk saya. Yang saya rasakan saat itu adalah sakit hati, kebencian, juga ego dalam diri saya yang enggan untuk mendoakan mereka. Akan tetapi, ditengah ketidaksukaan saya itu, saya pun teringat akan suatu pembelajaran yang saya dapatkan dari seorang pendeta, yakni untuk mendoakan, mengampuni bahkan memberkati orang tersebut. 

Walaupun tersebut terdengar sederhana, namun ternyata kalimat itu begitu sulit untuk keluar dari mulut dan bibir saya, karena seluruh perasaan sakit dan kecewa yang begitu mendominasi hati saya. Tetapi di saat yang sama saya memaksakan diri saya untuk berdoa dengan kalimat yang sederhana. Saya berbicara dalam hati “Tuhan, saya mengasihinya, mengampuninya, dan memberkatinya”. Tidak hanya itu saya pun memutuskan untuk mendoakan mereka yang menyakiti saya di setiap pagi saat saya berangkat kerja.

Doa yang kita panjatkan setiap harinya tidak akan pernah sia-sia. Dari peristiwa ini saya pun jadi mengerti bahwa ada satu hal yang sangat istimewa tentang doa. Doa saya tidak membuat orang tersebut langsung mengalami perubahan, akan tetapi saya pun jadi mengalami doa itu. Sebelum doa itu mengubahkan keadaan yang saya doakan, kuasa Tuhan terlebih dahulu mengubahkan saya lewat doa yang saya panjatkan. 

Sebelum doa itu mengubahkan keadaan yang saya doakan, kuasa Tuhan terlebih dahulu mengubahkan saya lewat doa yang saya panjatkan. 

Ya, perlahan saya pun merasakan bahwa hal pertama yang diubah oleh Tuhan lewat doa tersebut ternyata adalah saya sendiri. Tuhan yang megubahkan hati yang keras menjadi hati yang lembut, Tuhan yang memberikan kekuatan untuk saya dapat mengucapkan doa kepada mereka yang menyakiti saya, dan lebih dari itu Tuhan memberikan kasih dan damai sejahtera di dalam hati saya untuk memberkati mereka dan melepaskan pengampunan untuk mereka yang menyakiti saya. Jujur, saat itu keputusan saya untuk memaksakan diri untuk mendoakan mereka adalah supaya mereka bisa berubah menjadi lebih baik. Namun, siapa yang menyangka bahwa Tuhan terlebih dahulu mengubahkan saya sebelum Tuhan mengubahkan keadaan dan orang lain di sekitar saya. 

Perspektif yang Diubah
Tidak hanya itu saja, saya juga belajar bahwa doa dapat mengubahkan sudut pandang saya dalam melihat situasi dan kondisi orang-orang di sekitar. Saat itu saya sedang mendoakan atasan saya yang suka mencari kesalahan bawahannya meskipun mereka sudah berusaha dan bekerja secara maksimal. Saya pun pernah mengalami dimana saya pernah ditegur di suatu meeting yang membuat saya melewati situasi yang tertekan ketika berada di dekatnya. 

Dalam proses mendoakannya suatu ketika Tuhan membukakan mata saya untuk melihat dari sudut pandang yang sangat berbeda. Hal ini terjadi ketika ketika kantor kami mengadakan Christmas Party. Bayangkan padahal momen itu adalah kesempatan untuk kami bersenang-senang bersama, akan tetapi kehadirannya tetap membuat tekanan. 

Akan tetapi justru dalam situasi itu tiba-tiba saya jadi menyadari satu hal. Saya jadi menyadari bahwa atasan saya mempunyai isu dalam dalam bersosialisasi. Ia memiliki kesulitan untuk memberikan eye contact yang lama pada lawan bicaranya ketika berbicara, juga suka salah tingkah seakan ingin segera mengakhiri pembicaraan tersebut. Hasilnya ia terlihat kurang percaya diri dan terlihat cemas. Setelah saya perhatikan juga, ia juga jarang bersosialisi dengan staff yang lain kalau bukan membahas pekerjaan. Hal-hal ini membuat saya mengerti mengapa ia pernah menegur saya dengan cara penyampaian yang kurang tepat dan menyakiti saya. Akhirnya saya pun saya tidak dapat membenci atasan saya karena mengerti latar belakangnya.

Dalam menghadapi orang yang tidak disenangi, kecenderungan manusia adalah selalu melihat dari sisi yang negatif. Ketika diperhadapkan dengan situasi ini, melalui doa saya jadi belajar untuk selalu melihat bahwa setiap keputusan atau respon dari seseorang ada latar belakang dan ada alasannya. Justru ada perspektif yang berbeda sehingga rasa negatif itu berubah menjadi belas kasih. 

Doa Dapat Membuat Perubahan
Saat ini mungkin ada beberapa orang sekitar yang anda benci. Mungkin anda juga berpikir bahwa mereka tidak layak anda doakan. Akan tetapi saat ini saya ingin menantang anda untuk justru mendoakan dan memperkatakan kasih dalam doa anda tersebut. Seperti Tuhan Yesus yang tetap mendoakan, mengasihi, melepaskan pengampunan dan juga memberkati mereka yang telah menyakiti dan menyalibkan Dia. 

Ketika hati kita berubah, respon dan sudut pandang kita pun jadi berubah.

Melalui pengalaman ini saya jadi benar percaya bahwa doa untuk orang lain yang tidak kita senangi itu memiliki kuasa dan sungguh dapat mengubahkan segala sesuatu. Akan tetapi perubahan itu justru dimulai dari perubahan hati diri kita sendiri. Ketika Yesus mengajarkan hal tersebut, dia bermaksud untuk pertama membentuk hati anda. Ketika hati kita berubah, respon dan sudut pandang kita pun jadi berubah. Hasilnya perlahan dari doa itu anda mencoba untuk mencari hati Tuhan bagi orang tersebut dan itulah yang akan membawa perbedaan bagi situasi anda.



Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

One Reply to “Diubahkan Saat Berdoa Untuk Mereka Berubah”

  1. Kesaksian yg luar biasa. Melakukan firman sekalipun cukup sulit melakukannya, tetapi ketika firman dilakukan maka firman itupun mengubahkan bukan hanya orang yg kita doakan tapi terlebih dulu diri kita sendiri. Tuhan Yesus luar biasa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s