Forgive Them For Me

ditulis oleh Richelle Kwok, 2 Desember 2020



Bertahun-tahun saya sempat menyimpan dendam kepada seseorang yang saya rasa terlalu ingin mengontrol hidup saya. Saya pun menyadari betul sekarang bahwa orang-orang yang punya masalah dengan saya adalah orang” yang mempunyai sifat tersebut. Jadi, jika saya bertemu dengan orang” yang mempunyai sifat seperti itu, kemungkinan besar pasti saya juga tidak akan suka dengan mereka. Tetapi yang Tuhan ajarkan kepada saya adalah membenci sifatnya buruknya tanpa membenci orangnya. Membenci dosa yang dilakukannya bukan membenci orangnya. Tuhan mengajarkan saya untuk rendah hati mau memutuskan untuk mengampuni dan tetap berbuat baik tanpa ada rasa dendam atau jengkel. Orang-orang tersebut tidak perlu tahu bahwa mereka dibenci. Yang perlu mereka ketahui adalah bahwa mereka dikasihi terlepas dari ketidaksempurnaan yang mereka punya. Hal ini juga yang Tuhan terapkan ke kita, tidak peduli dosa apa yang sudah kita lakukan dan masih sering gagal untuk mengampuni. Tetapi, Tuhan tetap mengasihi kita, Ia  tetap ingin dekat dengan kita, memakai kita, mengubah kita, bahkan mau tinggal dalam hati kita.

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

Efesus 4:3

Seseorang pernah berkata, jika orang lain menyakiti kita, tandanya mereka mempunyai luka dalam dirinya. Jadi, belum tentu orang itu mempunyai intensi untuk menyakiti kita. Percayalah orang yang menyakitimu pun sedang menghadapi pergumulannya sendiri. Jadi doakan mereka, bukan menghakimi mereka, membenci mereka, atau menyimpan dendam.

2 Korintus 2:5-8 “Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya – supaya jangan aku melebih-lebihkan – hati beberapa orang diantara kamu. Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.”

Satu hal yg penting untuk kita ketahui bahwa tidak mungkin seseorang dapat mengampuni kalau didalam dirinya tidak ada kasih

Satu hal yg penting untuk kita ketahui bahwa tidak mungkin seseorang dapat mengampuni kalau didalam dirinya tidak ada kasih. Jadi sebelum kita mengampuni , hal yang perlu di crosscheck adalah apakah kita punya hati untuk mengasihi sesama. Kalau kita merasa sulit mengasihi sesama, maka kita pasti akan sulit untuk mengasihi sesama yang sudah menyakiti kita. Kasih itu Tuhan sendiri, jadi bisa disimpulkan bahwa seseorang akan sulit mengampuni jika didalam dirinya tidak ada Tuhan. Tuhan yang ada di dalam kamu akan memberikan kekuatan, damai sejahtera dan kuasa untuk dapat mengampuni setiap saat. Saya mengerti betul bahwa proses ini sangat panjang. Tetapi akan banyak hal yang Tuhan ajarkan dibalik proses tersebut. Saya bersyukur selama proses itu Tuhan mengizinkan saya belajar untuk rendah hati, menghormati, berkorban, berempati, mengasihi tanpa batas sebelum saya mengerti betul bagaimana cara mengampuni. 

Memaafkan bukan berarti orang itu tidak akan menyakiti kita lagi, juga tidak menjamin orang tersebut akan berubah. Tetapi damai sejahtera dari Tuhan yang akan menjadi jaminan. Mengampuni walaupun orang itu tidak berubah. Memilih untuk mengampuni walaupun tetap disakiti. Ketika sulit untuk memaafkan seseorang, lakukanlah untuk Tuhan. Sesulit apapun, ketika kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, Ia pasti akan memampukan kita untuk melewatinya. Bagian kita adalah memutuskan untuk mengampuni, mengucapkan kata-kata positif untuknya, mendoakannya, dan tetap berbuat baik untuknya. Hal ini tidak mudah, saya pun masih belajar setiap harinya. Kata ‘susah’ bukan berarti tidak bisa, apalagi jika semua ini kita lakukan untuk Tuhan.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kolose 3:23



Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s