Mak Comblang

ditulis oleh Marcel Josojuwono, 8 November 2020



“Eh bro kenalin doi donk!”

Pernah gak punya temen yang minta dikenalin terus ke seseorang? Setiap kali ketemu, selalu aja ditanyain dan minta di-comblangin.

“Iya iya, nih nomor hp-nya, lu chat aja langsung”, sahut anda yang sudah mulai cape ditanyain terus. “Eh bro, tapi aneh gak sih kalo langsung chat, gua kan beda circle sama dia, lu bantuin donk”, kata teman anda yang mojokin anda. Pada akhirnya anda membuat acara dan membuat-buat situasi supaya mereka bisa ikutan. Mau gak mau anda harus ada ditengah mereka sampai akhirnya mereka sudah saling kenal. 

Setelah sekian waktu, eh gak disangka ternyata mereka berdua beneran jadi lho. Rasanya bangga juga ya bisa jadi “mak comblang” buat sang pasangan. Rasanya cerita hidupnya akan berbeda kalau tidak ada anda.

Mungkin saat ini anda sudah mulai berpikir, ini renungan atau cerpen teenlit sih? 

Menjadi Jembatan Lewat Doa Anda
Sebenarnya tanpa anda sadari, Tuhan itu sering bertanya “Kenalin aku donk” dengan orang yang berada disekitar anda. Tuhan punya kerinduan untuk menjadi solusi bagi semua hal itu dan Dia rindu supaya anda memperkenalkan mereka. 

Ironisnya kita seringkali cuma menjawab, “Iya iya nanti ya gua kenalin”, padahal menyebut dalam doa saja pun tidak. 

Perhatikanlah ayat berikut yang tertulis di Yesaya 59:16 [BIS]:
Ia heran bahwa tak ada yang tampil dan tak ada yang membela. Maka Ia memakai kuasa-Nya sendiri untuk menyelamatkan dan memberi mereka kemenangan.”

Alkitab mencatat bahwa Tuhan terkejut dan heran karena tidak ada orang yang berdoa untuk situasi yang terjadi. Hal ini berarti Tuhan senantiasa mencari seseorang yang berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk bertindak terhadap situasi yang ada bagi orang lain.

Tuhan senantiasa mencari seseorang yang berdoa dan meminta kepada Tuhan untuk bertindak terhadap situasi yang ada bagi orang lain


Selain itu perhatikan Yehezkiel 22:30 [BIS]:
“Di antara orang Israel itu, Aku mencari orang yang dapat mendirikan tembok, atau berdiri di tempat-tempat yang tembok-temboknya runtuh untuk mempertahankan negeri itu apabila Aku hendak menghancurkannya dalam luapan kemarahan-Ku; namun tak seorang pun yang Kutemukan.

Ketika anda sedang berdoa untuk orang lain,  anda seperti sedang membangun tembok perlindungan dan memohon kepada Tuhan mewakili orang tersebut. Singkatnya anda menjadi orang yang menjembatani Tuhan dan orang lain melalui doa anda!

Dia Mau Anda Comblangin
Mungkin anda mulai berpikir, “Ah mana mungkin doa saya ampuh, saya kan bukan pendeta”. Apabila anda berpikir demikian, maka anda perlu mengubah mindset anda. Jangan membatasi Tuhan dengan posisi dan jabatan pelayanan. 

Berdoa untuk orang lain bukan hanya untuk sebagian orang yang terpanggil menjadi pendoa atau yang dikenal dengan istilah intercessor. Semua orang termasuk anda dipanggil untuk menjadi intercessor-nya Tuhan. Atau dalam bahasa gaulnya, semua orang dipanggil untuk jadi “mak comblang”-nya Tuhan.

Ambil waktu sejenak untuk bertanya kepada Tuhan, “Tuhan siapa yang Kau mau aku doakan hari ini?”


Ketika anda tahu ada teman anda yang belum mengenal Tuhan, Tuhan itu sebenarnya bertanya “Eh kenalin aku dengan temenmu donk”. Ketika mungkin orang tua anda sedang mengalami penyakit, Tuhan juga senantiasa bertanya “Kenalin aku dengan mama / papamu ya”. Atau mungkin ketika teman anda sedang mengenal beban finansial, Tuhan juga bertanya “Kenalin aku donk dengan keuangan temenmu”. 

Jadi siapa yang mau anda bawa dalam doa kepada Tuhan?  Ambil waktu sejenak untuk bertanya kepada Tuhan, “Tuhan siapa yang Kau mau aku doakan hari ini?”

Langkah selanjutnya bawa dia dalam doa anda dan katakan “Tuhan aku mau Kau berkenalan dengan [sebut namanya dan apa yang kau ingin Tuhan lakukan dalam hidupnya]“. Siap jadi mak comblangnya Tuhan?



Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s