Sukses Gak Diukur Pake Duit

RGC the Bro Code Episode 1
ditulis oleh Marcel Josojuwono, 5 September 2020



Bagi setiap laki-laki “sukses” itu merupakan kata yang sangat sakral. Hal ini karena pengejaran akan kesuksesan itu merupakan pengejaran semua kaum adam. Sukses itu seperti titik puncak dalam hidup dan suatu pride yang mau dipegang oleh semua orang.

Standar sukses itu sendiri pun berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang sukses itu punya aset yang banyak, atau mungkin sukses itu berarti hidup bahagia dengan keluarga tanpa perlu kerja keras. Hal yang menarik adalah mau apapun bentuk suksesnya, secara sadar atau tidak sadar seringkali tolak ukur dan faktor kuncinya hanya satu yaitu uang.

Mindset mengukur sukses dengan uang ini sebenarnya dibentuk oleh lingkungan sekitar kita. Sebagai contoh tidak jarang media menyorot tokoh self-made millionaire, 30 under 30, atau top richest people on earth. Menjadi independen secara finansial dan menjadi entrepreneur pun menjadi impian. Dalam pergaulan pun juga sama. Berapa banyak dari anda yang apabila lagi nongkrong dengan teman berbicara mengenai tips investasi, bisnis dan bagaimana caranya untuk punya passive income. Bahkan pembicaraan ini juga tidak lepas dengan pasangan anda ketika anda sedang bermimpi untuk punya rumah besar atau ingin jalan-jalan keluar negeri. Singkatnya kalau kita punya banyak uang, maka sukses itu ada ditangan kita.

Di tengah pengejaran akan uang dan kesuksesan yang tidak ada habisnya ini, sebenarnya apakah pengertian ini sesuai dengan Firman? Apakah benar sukses itu hanya uang saja? Pertanyaan inilah yang menjadi topik pembicaraan dari sesi pertama dari RGC the Bro Code dan berikut ini merupakan hasil dari diskusi yang perlu anda ketahui mengenai kesuksesan.

1. Sukses itu Bukan Mengenai Duit
Alkitab tidak pernah menunjukkan bahwa Allah mengukur sukses melalui uang. Memang Dia dapat memberkati seseorang dalam bentuk uang, akan tetapi itu bukan tolak ukur suksesnya. Perhatikanlah ayat yang tertulis di Yohanes 4:34

Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Yohanes 4:34

Bagi Yesus, sukses tidak ada hubungannya dengan banyaknya uang. Bagi Dia sukses itu apabila Dia telah melakukan kehendak Bapa dan juga menyelesaikan pekerjaan-Nya. Selain itu kalau anda lihat di 2 Timotius 4:7-8, bagi Paulus sukses itu apabila dia telah mencapai garis akhir dengan tetap berpegang pada iman. Lihat bagaimana pandangan dunia mengenai sukses ternyata sangat dangkal dibandingkan apa yang Firman Tuhan ajarkan.

Sukses bagi orang percaya merupakan bagaimana kita menjalankan kehendak Allah dalam sepanjang hidup kita hingga sampai garis akhir dengan terus berpegang pada iman. Kesuksesan merupakan suatu proses mencari tahu apa isi hati Tuhan dalam hidup anda. Semua itu ternyata berujung pada pencarian dan pengenalan akan Tuhan lebih dalam lagi.

Salah satu tokoh alkitab yang cukup sering kita kaitkan dengan sukses adalah Ayub. Ditengah segala cobaan yang ada, pada akhirnya Tuhan memulihkan kembali keadaan Ayub bahkan dengan berkat yang berlipat ganda. Akan tetapi apabila coba melihat cerita Ayub dari perspektif Tuhan, sebenarnya kesuksesan yang dia miliki itu bukan karena dia diberkati dengan segala kelimpahannya. Kesuksesan yang Ayub dapatkan adalah karena Dia akhirnya mengenai dengan personal Tuhan yang selama ini Dia sembah. Ada suatu harta terpendam yakni pengenalan akan kehendak dan karakter Allah. Itulah kesuksesan Ayub.

2. Sukses Orang Percaya Bukan Berarti Jadi Malas
Tetapi kalau bukan mengenai uang, kalo begitu ngapain kita cape-cape kerja? Nah ini adalah pola pikir berbahaya yang harus kita hindari. Seringkali kita merasa bahwa hidup dalam Tuhan berarti nge-flow saja karena Dia juga akan memberkati kita anyway. Tidak heran seringkali kita melihat orang yang tidak percaya sepertinya jauh lebih berhasil dibandingkan orang percaya.

Hidup malas dan menunggu berkat adalah pemikiran yang tidak sesuai dengan Firman. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa orang percaya harus duduk diam dan bermalas-malasan. Justru sebaliknya contoh yang dijadikan teladan adalah semut. Semut itu bekerja terus-menerus di rute yang sama untuk mempersiapkan makanan.

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Amsal 6:6-8

Jangan jadikan iman anda sebagai alasan untuk tidak mengerjakan apapun yang menjadi tanggung jawab anda saat ini. Proses hidup kita untuk mencari kehendak Bapa seharunya membuat kita menjadi lebih semangat karena kita ingin memberikan yang terbaik untuk Dia.

3. Bekerja Sebagai Cara Menikmati Berkat
Meskipun demikian satu hal yang harus kita ingat adalah tujuan dari bekerja itu bukanlah untuk mengejar berkat. Bekerja untuk mencari berkat itu seperti sedang mencari barang yang terjatuh di tengah hutan pada malam hari. Intinya adalah kita tidak tahu harus mencari dimana dan mencari terus tanpa arah.

Tuhan sudah mempersiapkan dan menyediakan segala berkat yang anda butuhkan. Dia bahkan lebih tahu apa yang anda butuhkan lebih dari yang anda tahu. Seharusnya gambaran bekerja itu seperti melangkah di suatu jalan yang disekelilingnya dipenuhi dengan pohon buah-buahan. Untuk menikmati buah tersebut anda perlu berusaha untuk memanjat dan memetiknya. Bekerja adalah sarana yang Tuhan berikan agar kita bisa menikmati berkat yang sudah Dia sediakan melalui karya kita.

Bekerja adalah sarana yang Tuhan berikan agar kita bisa menikmati berkat yang sudah Dia sediakan melalui karya kita

Kode Cowok No. 1
Jadi bagaimana dengan anda? Ingat bahwa kode cowok pertama yang ingin kita pegang yaitu Sukses itu gak diukur pake duit. Sukses itu berbicara mengenai proses hidup untuk selalu mengenal kehendak dan karakter Allah dalam sepanjang hidup ini. 

Dunia mengajarkan bahwa sukses itu selalu berfokus pada diri sendiri. Uang banyak itu untuk anda, keluarga bahagia itu untuk kepuasan diri anda, dan status itu semua juga untuk anda. Akan tetapi ketika anda mengalihkan fokus anda kepada Tuhan, maka seharusnya anda sadar bahwa pengenalan akan Dia itu sama sekali tidak self-centric. Semua itu untuk Dia dan untuk kemuliaan Dia. Hal seharusnya mendorong anda untuk semakin ingin memberikan yang terbaik dalam segala aspek hidup anda. Pada akhirnya kesuksesan berada ketika anda mencoba untuk menjadikan Dia sebagai tujuan dalam semua aspek hidup anda.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

2 Timotius 4:7-8



RGC the Bro Code merupakan suatu komunitas khusus pria yang bertujuan untuk memperlengkapi dan membentuk laki-laki dengan Kingdom Mindset untuk menjadi terang di dunia. Kami percaya bahwa laki-laki memiliki peran dan panggilan ilahi dari Bapa.

Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s