Love or Lust?

RGC Ladies Talk Episode 1
ditulis oleh Felicia Sonya, 26 Agustus 2020




“Apa sih yang menjadi dasar dalam membangun suatu hubungan? Apakah didasarkan dengan kasih atau hawa nafsu?” 

Pertanyaan diatas menjadi sebuah topik pembicaraan yang sangat menarik pada sesi pertama Ladies Night Talk yang diadakan oleh Rising Generation Community (RGC). Kalau dipikir-pikir, pertanyaan tersebut cukup sederhana namun untuk menjawabnya tidaklah semudah yang diucapkan. Baik yang single atau sedang pacaran, secara sadar atau tidak sebenarnya mindset kita sudah terpengaruh oleh apa yang dicontohkan dunia sehingga membuat garis antara Love (Kasih) dan Lust (Nafsu) itu menjadi samar.

Tidak dapat dipungkiri bahwa seri drama, sosial media, dan gaya hidup di zaman ini sudah dijadikan sebagai standar utama hubungan atau mencari pasangan oleh kebanyakan wanita. Sehingga tidak heran kalau banyak wanita yang secara sadar hanya mencari kenikmatan saja, seperti yang terekspos oleh gaya hidup dunia. 

Namun, kita selalu mengelak kalau hawa nafsu hanya ada pada kaum pria saja. Eiits, jangan mengambil kesimpulan seperti itu dulu. Apabila kaum wanita tidak memiliki dorongan ‘Lust’ sebesar pria, apakah kaum wanita sudah memahami arti yang sesungguhnya dari ‘Love’ itu sendiri? Karena untuk kita benar-benar mengasihi seseorang, dibutuhkan kerendahan hati untuk tidak lagi menjadi egois. 

Nah, sebelum kamu menjawab pertanyaan di paragraf sebelumnya, coba pertimbangkan dahulu tiga hal dibawah ini supaya kamu memiliki sudut pandang yang benar mengenai apa itu ‘Love’ yang sebenarnya:

1. Kasih itu bukan timbul karena suka sama suka
Perasaan kasih yang sesungguhnya, tidak timbul dari luar ke dalam, melainkan terpancar dari dalam ke luar. Dengan kata lain, ‘Love’ tidak timbul karena situasi atau kondisi yang ada di sekitar kita.

Perasaan kasih yang sesungguhnya, tidak timbul dari luar ke dalam, melainkan terpancar dari dalam ke luar

Mempelajari makna kasih itu sendiri cukup dengan kita mengenal sosok Allah yang merupakan cerminan sempurna dari kasih. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak egois, tidak pemarah, tidak dendam, tidak berbohong, tidak pernah menyerah, selalu berpengharapan, dan kasih tidak pernah gagal (1 Korintus 13:4-8)

2. “Having fun” bukanlah tujuan yang benar apabila kamu mengasihi pasanganmu
Tujuan dari pacaran adalah untuk menikah, bukan untuk sekedar “Having Fun”. Apabila tujuanmu untuk senang-senang, maka kamu tidak benar-benar mengasihi pasanganmu dan hanya untuk memenuhi hawa nafsu sementara saja. Memiliki tujuan dalam hubungan mencerminkan tingkat kedewasaan seseorang yang terlihat dari keberanian untuk memiliki komitmen.

Memiliki tujuan dalam hubungan mencerminkan tingkat kedewasaan seseorang yang terlihat dari keberanian untuk memiliki komitmen

Dengan memiliki tujuan dan komitmen, maka seharusnya kamu sadar bahwa pernikahan tidak untuk pesta sehari saja namun untuk kehidupan selama-lamanya. 

3. Wanita diciptakan sebagai penolong
Bukan suatu kebetulan apabila wanita diciptakan untuk memiliki kepekaan terhadap perasaannya. Tuhan menginginkan kita untuk selalu melatih kepekaan tersebut, bahkan sampai setelah menikah. Hal ini karena Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong untuk pasangan kita. 

Menjadi seorang penolong tidaklah mudah, karena kamu harus benar-benar mengasihi pasanganmu dan menekan rasa egois yang dimiliki. Bahkan kamu harus siap untuk menjadi penolong disaat pasanganmu sebetulnya “tidak layak” ditolong karena tingkah laku atau karakternya yang memburuk.

Dibutuhkan kekuatan ekstra untuk dapat memposisikan diri sebagai seorang penolong. Tidak heran kita seringkali mendengar bahwa wanita adalah tiang doa dalam keluarga, karena tanpa meminta kekuatan kepada Tuhan kepada siapa lagi wanita meminta kekuatan?

Jadi bagaimana denganmu? Atas dasar apakah kamu ingin membangun hubunganmu? Apakah atas dasar kasih atau hawa nafsu? Pada kenyataannya mengasihi seseorang tidaklah semudah yang diucapkan. Ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber dari kasih dan karena itu marilah kita belajar langsung dari sumber yang menciptakan kasih itu.

She is clothed with strength and dignity; she can laugh at the days to come

Proverbs 31:25



RGC Ladies Talk adalah sebuah komunitas untuk setiap wanita kesayangan Tuhan berkumpul dan saling menguatkan, sehingga mampu menjalankan peranannya menjadi seorang penolong di dalam kehidupan sehari-hari.

Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s