Jurus Rahasia

ditulis oleh Marcel Josojuwono, 28 Juli 2020


“Guru ajarkan aku kungfu!”

Apabila anda pernah menyaksikan film “Ip Man”, perkataan itu diucapkan oleh orang banyak kepada shifu Ip. Mereka melihat bahwa sang guru ini memiliki ilmu wing chun yang sakti mengalahkan musuh. Ilmu ini pun sangat khas dan saya yakin setelah melihat film ini, anda pasti pernah memperagakan kuda-kuda dari aliran kungfu tersebut.

Ketika seorang murid bertanya demikian, pasti ada suatu hal yang khas dan sangat dikuasai oleh sang guru. Sama halnya dengan kehidupan Yesus sebagai Sang Guru. Yesus sanggup menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, melipatgandakan makanan, dan lainnya. Akan tetapi dari begitu banyak hal yang dilakukan oleh Yesus, ada satu hal yang sangat menarik perhatian para murid:

Tuhan ajarkanlah kami untuk berdoa

Lukas 11:1 (TB)


Sebenarnya apa yang para murid lihat dari Yesus sehingga hal yang minta diajarkan dari-Nya secara spesifik adalah doa?

Jurus Rahasia Yesus
Pada kali ini saya ingin mengajak anda untuk menempatkan diri dari sudut pandang kedua belas murid. Coba bayangkan sebagai murid anda mendapat privilege khusus untuk melihat rutinitas Yesus. Mulai dari bangun tidur, beraktifitas sampai tidur lagi, anda bisa melihat Yesus satu hari penuh. Dengan berlandaskan pada hal tersebut, apakah mungkin pertanyaan tersebut muncul karena para murid melihat kehidupan Yesus yang tidak lepas dari doa? Bukan karena doa-Nya manjur akan tetapi karena doa itu seperti “jurus rahasia” dari Yesus untuk melakukan apapun.

But Jesus Himself would often slip away to the wilderness and pray

Luke 5:16 (NASB)

Alkitab mencatat bahwa Yesus seringkali pergi menyendiri untuk berdoa baik hingga malam atau mulai dari pagi hari. Sebelum Dia melakukan mujizat pun Dia mengucap syukur terlebih dahulu dan berdoa. Bahkan sebelum Dia ditangkap pun Dia menyempatkan waktu berdoa.

Kehidupan Yesus tidak bisa lepas dari doa karena Dia tahu melalui doa Dia dapat terhubung dengan Bapa. Ada satu hubungan khusus yang dibangun ketika Dia mencari Bapa melalui doa. Ada begitu banyak hal yang dapat kita bahas mengenai doa yang diajarkan Yesus. Akan tetapi semua itu kembali lagi kepada apa tujuan dari doa itu sendiri yakni hubungan dengan Bapa.

Ada satu hubungan khusus yang dibangun ketika Dia mencari Bapa melalui doa


Pada akhirnya jurus rahasia dari doa Yesus bukan dari konten doaNya, melainkan dari hubungan intim dengan Bapa yang dibangun ketika seseorang mencari-Nya dengan segenap hati. Kehidupan Yesus yang identik dengan doa merefleksikan kehidupan yang dekat dengan Sang Bapa.


Sparks! dibuat dengan suatu kerinduan agar semua orang dapat berkontribusi membagikan api kecilnya kepada orang lain. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s