Doa Dua Arah

ditulis oleh Marcel Josojuwono, 29 Juni 2020


Pernahkah anda berdiskusi dengan seseorang yang berbicara terus tanpa memberikan kesempatan kepada anda untuk berpendapat? Jangankan satu kalimat, baru anda bicara tiga kata saja dia sudah lanjut lagi menyelak anda. Yang lebih kesalnya lagi, pendapat anda pun selalu ditolak dengan seribu kata.

Dalam suatu komunikasi yang baik dibutuhkan tidak hanya mulut, melainkan juga telinga. Terlebih lagi dalam suatu hubungan, penting bagi seseorang untuk melatih diri untuk mau mendengarkan orang lain. Hal ini berlaku baik dalam hubungan orang tua – anak, suami – istri, guru – murid, dan tentunya Tuhan – anda.

Berdoa atau Presentasi?
Seringkali kita lupa bahwa berdoa pun sebenarnya sama dengan berkomunikasi dengan Tuhan. Pernahkah terpikirkan bahwa Tuhan pun juga sebenarnya ingin berbicara dalam doa anda? Perhatikanlah ayat berikut:

Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.

1 Samuel 3:10

Ketika anda datang kepada hadirat-Nya, Dia sudah berdiri menunggu disana untuk mengutarakan perasaan-Nya. Akan tetapi berapa banyak dari kita yang datang dan langsung “nyerocos” tanpa henti? “Tuhan terima kasih atas hari ini, Tuhan saya lagi mau melangkah kesitu, oleh karena itu tolong berikan itu, terima kasih ya Tuhan, Amin!”. Memangnya anda sedang berdoa atau presentasi?

Beri Waktu Untuk Dia Bicara
Dalam salah satu doanya, Daud memberikan contoh yang sangat menarik untuk menjadi suatu perenungan bagi kita semua:

Tuhan, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagiMu, dan aku menunggu-nunggu.

Mazmur 5:3

Apa yang ditunggu oleh Daud? Dalam salah satu terjemahan bahasa inggris versi Amplified (AMP) tertulis bahwa Daud sebenarnya menunggu untuk Tuhan berbicara kepadanya (watch and wait for You to speak to my heart). Secara sengaja Daud mengambil waktu di pagi hari tidak hanya untuk berseru kepada Tuhan, melainkan juga untuk mendengar apa yang ingin Tuhan katakan. Bahkan dia menunggu karena sadar akan pentingnya perkataan Tuhan pribadi kepada hatinya.

Pakailah momen doa anda menjadi suatu kesempatan spesial untuk mendengar isi hati Tuhan

Jadi bagaimana dengan doa anda hari – hari ini? Saya ingin mengajak anda untuk memulai suatu kebiasaan yang baru ketika berdoa. Take your time dan jangan buru – buru. Pakailah momen doa anda menjadi suatu kesempatan spesial untuk mendengar isi hati Tuhan. Ingat doa itu bukan komunikasi satu arah, jadi beri waktu bagi Dia untuk bicara!


Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s