Persevere in Love

ditulis oleh Richelle Kwok, 14 Mei 2020


Ketika memperhatikan orang – orang di lingkungan sekitar, saya menyadari satu hal, ternyata memang tidak ada seorang pun yang sempurna. Saya teringat ketika sekolah dulu, saya sering mem-bully dan memandang sebelah mata mereka yang berkebutuhan khusus. Namun siapa yang sangka bahwa kini merekalah teman terbaik saya. Sudah melewati tahun pertama dimana saya bekerja dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Mungkin menurut para ahli dibidangnya, satu tahun adalah waktu yang singkat. Namun bagi saya, perjalanan yang masih singkat ini memberikan pembelajaran yang luar biasa.

Kasih dan Ketulusan Membawa Pengaruh Besar Dalam Kehidupan Seseorang
Percayakah kalian bahwa Tuhan dapat memakai siapapun untuk menjadi berkat dan memberkati kalian? Saya percaya hal itu dan saya mengalaminya. Seperti yang saya ceritakan di awal, saya bekerja dengan anak – anak berkebutuhan khusus. Bersama mereka dari kasus yang tergolong ringan, berat bahkan sampai kasus yang mungkin banyak orang bilang sudah tidak ada harapan. Namun saya percaya bahwa mereka hadir di dunia ini dengan sebuah tujuan. Ketika berhadapan dengan mereka, satu hal yang menjadi pegangan saya adalah untuk mencintai mereka seperti saya mencintai diri saya sendiri.

Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Galatia 5:14

Saya yakin ayat alkitab ini begitu familiar di telinga tapi sangat sulit untuk dilakukan karena kecenderungan manusia yang mencintai dirinya sendiri. Mereka yang mungkin memang memiliki kebutuhan khusus, seringkali dipandang sebelah mata oleh dunia, direndahkan, diremehkan, dan tidak bisa diandalkan. Tetapi di mata Tuhan, mereka baik adanya, mereka dikasihi, dan mereka berharga. Dari situ saya belajar bahwa penting sekali seseorang memperlakukan sesama dengan tulus. Kasih dan ketulusan membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Sama seperti kita, mereka yang berkebutuhan khusus dan tergolong sulit untuk bersosialisasi dapat merasakan ketika diperlakukan dan dikasihi secara tulus atau pura – pura.

Kasih dan ketulusan membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang

Tetap Melakukan Yang Terbaik Dengan Tekun Walaupun Belum Melihat Hasilnya 
Suatu ketika saya mengajar salah satu anak autis yang stuck dalam belajar karena selama satu bulan tidak mengalami peningkatan sama sekali. Di saat itu, saya sempat merasa gagal sebagai seorang pengajar dan saya sempat putus asa. Tetapi saya diingatkan bahwa saya harus tetap berusaha secara konsisten walaupun peningkatan atau kemajuan itu belum terlihat. Terkadang saya merasa bosan ketika harus mengajar angka 1 sampai 10 berulang – ulang setiap hari selama sebulan lebih. Saya selalu ingat bahwa ketekunan akan ada menghasilkan sesuatu.

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu

Ibrani 10:36

Beberapa hari sebelum kontrak kerja saya berakhir, saya mendengar suatu kabar baik. Anak ini telah diterima di sebuah sekolah yang cukup selektif saat menerima murid baru, apalagi anak ini adalah anak autis yang tergolong parah akibat penanganan yang telat. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi disaat kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hari secara konsisten.

Siapa yang sangka bahwa anak ini yang pada awalnya tidak menunjukan peningkatan atau kemajuan tapi dapat diterima di sebuah sekolah TK (seharusnya anak ini sudah masuk SD) disaat dunia berkata “sudah tidak ada harapan”. Siapa yang menyangka bahwa seorang anak autis yang tidak pernah bersosialisasi dengan orang lain dapat menarik tangan saya dan meminta saya menyanyikan sebuah lagu ‘row your boat’ setelah pendekatan berbulan – bulan? Siapa yang akan tahu bahwa seorang anak autis dengan label 1non-verbal kid yang kesulitan atau bahkan tidak berbicara sama sekali, pagi ini dapat berkata “tired” ketika saya bertanya “how are you today?” untuk kesekian kalinya.

Ketika Situasi Tidak Berubah Saat Ini, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Akan Berubah di Masa Depan
Jangan pernah menurunkan ekspektasi kita karena kondisi atau situasi kita belum berubah. Bahkan ketika kita menanam pohon mangga, apakah kita akan tahu persis kapan mangga itu akan berbuah? Jika anda mencari di Google pun anda akan menemukan bahwa pohon mangga untuk berbuah diperkirakan membutuhkan 1- 1,5 tahun. Tidak ada yang tahu tepatnya kapan dan hanya sebuah perkiraan. Tugas kita adalah menyirami dan merawatnya setiap hari sampai  pohon mangga itu berbuah dan dapat dinikmati buahnya.

Biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun

Yakobus 1:4

Apakah kita mau untuk melakukan hal itu dengan tekun dalam jangka waktu yang panjang, mungkin hitungan minggu, bulan atau bahkan tahunan? Ketika situasi tidak berubah saat ini bukan berarti hal itu tidak akan berubah di masa depan. Seperti yang dikatakan Ibrani 10:35 “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya“. Saya belajar bahwa mengasihi di dengan tulus di dalam ketekunan akan membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang.

1Seseorang yang mengalami autisme dapat memiliki kesulitan untuk berbicara atau mengikuti pembicaraan dengan seseorang. Akan tetapi penderita autisme non-verbal merupakan kondisi dimana penderita tidak berbicara sama sekali.


Artikel ini disunting oleh Putri Evelline

Sparks! dibuat dengan suatu kerinduan agar semua orang dapat berkontribusi membagikan api kecilnya kepada orang lain. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

One Reply to “Persevere in Love”

  1. Thankyou richelle for sharing. Artikel ini ingetib aku secara personal bagaimana kasih Bapa yg senantiasa dan ga pernah give up untuk liat kita bisa menjadi lebih baik.

    Like

Leave a Reply to Putri Evelline Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s