Jangan Cuma Nge-Par!

ditulis oleh Marcel Josojuwono, 3 Mei 2020


Pernahkah anda melihat orang yang datang ke pesta untuk “nge-par”? Orang itu sengaja datang ke pesta pernikahan seseorang yang mereka tidak kenal hanya untuk menikmati makanan lalu setelah itu pulang. Tentunya kita tidak suka dengan perbuatan ini.

Akan tetapi, kalau dipikir – pikir terkadang seperti itulah sebenarnya gambaran dari kehidupan kita bersama dengan Tuhan. Tuhan mengundang anda ke dalam rumah-Nya. Ketika anda mengetuk pintu, dia membuka pintu dan menyapa anda dengan sukacita. Selanjutnya ketika anda masuk, ada begitu banyak hidangan berkat sudah tersedia di meja. Akan tetapi ketika sudah kenyang menikmatinya anda pulang begitu saja. Lebih parahnya lagi jangan – jangan anda tidak kenal dengan yang punya acara. Kalau anda merasa demikian, bukankah berarti anda sedang “nge-par” di rumah Tuhan?

Bayangkan jika ada presiden mengundang anda ke istana untuk ngobrol, akan tetapi ketika pulang yang anda ingat hanya makanan yang disediakan lumayan enak.

Perbedaan dari orang yang “nge-par” adalah dia tidak mengenal dan bahkan tidak mau kenal dengan Tuan Rumah. Orang yang seperti ini biasanya mengeluh ketika “hidangan” yang disajikan tidak sesuai dengan selera. Bayangkan jika ada presiden mengundang anda ke istana untuk ngobrol, akan tetapi ketika pulang yang anda ingat hanyalah tidak ada makanan yang disediakan.

Coba perhatikan ayat berikut:

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Mazmur 84:10

Sang pemazmur merasa bahwa yang terpenting adalah berada bersama dengan Tuhan. Bahkan dalam terjemahan bahasa inggris tertulis lebih baik menjadi penjaga pintu rumah Tuhan daripada ditempat lain. Dia tahu bahwa hanya berada dekat dengan Tuhan saja itu jauh lebih dari cukup. Bukan mengenai berkat-Nya akan tetapi karena mengenal Dia sebagai Allah.

Kalau saat ini anda sedang dalam antrian untuk menyantap makanan, coba letakkan piring anda dan hampiri sang Tuan Rumah.

Jadi bagaimana dengan anda? Kalau saat ini anda sedang dalam antrian untuk menyantap makanan, coba letakkan piring anda dan hampiri sang Tuan Rumah. Dia mau berkenalan dengan anda dan itu jauh lebih berarti daripada makanan itu. Hati – hati, jangan sampai anda jadi Kristen yang “nge-par”!


Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s