Faith Factor


ditulis oleh Marcel Josojuwono, 20 Maret 2020


Ketika saya sedang dalam usia sekolah dasar, terdapat salah satu acara televisi yang sangat digemari sekeluarga. Acara tersebut berjudul “Fear Factor” yang merupakan suatu reality show dimana peserta akan berlomba untuk mengalahkan rasa takut dengan menjalani beberapa jenis tantangan yang sangat mengerikan. Pada akhirnya yang memenangkan acara ini adalah orang yang berani dan nekad bertindak karena dapat mengalahkan ketakutan.

Secara sadar atau tidak sadar, dunia seringkali mengajarkan untuk mengambil suatu langkah karena didasari oleh rasa takut. Responnya terkadang ada yang terlihat baik seperti apabila anda takut tidak bisa menghidupi keluarga, bekerjalah yang keras. Atau ketika masa sekolah apabila anda takut tidak naik kelas, belajarlah yang rajin. Takut terlihat tidak menarik? Berolahragalah yang rutin.

Akan tetapi di sisi lain rasa takut ini juga seringkali menjadi dasar seseorang untuk menjadi paranoid dan meresponi situasi dengan tidak benar. Takut posisi di kantor digeser bawahan? Jangan berikan dia kesempatan untuk dilihat atasan. Takut miskin? Simpan saja uang untuk diri sendiri dan jangan ada pengeluaran sedikitpun. Atau mungkin anda takut sakit? Belilah masker dan vitamin sebanyak mungkin tanpa memusingkan orang lain.

Baik yang responnya terlihat benar ataupun tidak, semuanya hanya didasari oleh rasa takut. Permasalahan utamanya adalah dimanakah faktor iman dalam semua keputusan diatas? Seakan – akan kita baru mengikutsertakan Tuhan ketika sudah jatuh terpuruk saja. Berapa banyak yang pada akhirnya baru mencari Tuhan ketika sudah jatuh sakit ataupun ketika sudah keadaan terdesak? 

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda untuk mengubah paradigma anda dari rasa takut menjadi iman. Hal ini supaya hidup anda bukan menjadi acara Fear Factor melainkan Faith Factor!

1. Takut merupakan lawan dari iman
Pada suatu hari ketika Yesus dan muridnya sedang menyebrangi danau, perahu mereka diguncangkan begitu hebat oleh karena angin. Para murid pun sangat takut dan akhirnya mencari Yesus. Tentunya Yesus dapat meredakan angin tersebut dengan mudahnya. Akan tetapi terdapat hal yang menarik dari ucapan Yesus setelah kejadian tersebut.

Dalam Markus 4:40 tertulis, “Lalu Ia berkata kepada mereka: Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (dalam bahasa inggris: do you still have no faith?)

Perhatikan bahwa Yesus menggunakan kata “takut” dan menyandingkannya dengan kata “iman”. Hal ini menunjukkan kedua kata ini bersifat berkaitan dalam arti memiliki sifat berlawanan.

Tahukah anda ketika anda takut, maka anda seperti sedang meletakkan iman pada hal yang salah? Anda harus mengetahui bahwa rasa takut merupakan salah satu senjata utama yang dipakai iblis untuk dapat menjauhkan anda dari iman. Semakin anda memberi makan rasa takut anda, maka semakin jauhlah iman anda dari Tuhan.

2. Iman tidak menghilangkan tantangan didepan
Beriman bukan berarti melupakan fakta bahwa ada situasi yang mengerikan didepan. Apabila anda membaca Ibrani 11, anda akan menyadari bahwa langkah iman yang diambil dari berbagai tokoh tidak menghilangkan masalah yang mereka hadapi.

Baik ketika anda bergerak dengan iman atau rasa takut, anda akan tetap menemukan “gunung” di hadapan anda. Akan tetapi iman itu sadar bahwa Tuhan berada diatas gunung itu dan Dia berkuasa atas segalanya. Iman tidak menjamin bahwa situasi anda pasti akan selesai. Mungkin anda masih harus melewati fase krisis dalam hidup anda. Akan tetapi iman seharusnya juga membuat anda berani melangkah dengan rasa percaya dan damai. Ketika anda sadar akan ini, maka langkah anda penuh dengan damai sejahtera karena Dia memegang tangan anda.

The LORD rules over the floodwaters. The LORD reigns as king forever. The LORD gives his people strength. The LORD blesses them with peace.

Mazmur 29:10-11 [NLT]

3. Respon anda mencerminkan pegangan hidup anda
Cara terbaik untuk mengetahui sifat asli seseorang adalah dengan melihat responnya dalam tekanan. Respon seseorang dalam menghadapi setiap situasi akan mencerminkan kualitas imannya. Sebagai contoh, ketika sedang dalam kondisi krisis ekonomi, kita baru akan tahu seberapa bergantungnya seseorang pada hartanya. Sebaliknya apabila dalam keadaan susah pun seseorang masih dapat menyembah Tuhan. maka terlihat bahwa rasa kepercayaannya tidak didasarkan pada sesuatu yang salah.

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir

Ibrani 6:19

Lantas bagaimana dengan anda? Apakah di tengah kondisi yang mencekam anda merasa panik dan meresponi dengan berlebihan? Apabila anda merasa demikian, ambillah waktu untuk berdoa dan carilah Tuhan sebab Dia adalah batu karang yang teguh.

Jadi Pilih Iman atau Takut?
Memang beberapa waktu ini tidak pernah ada berita baik yang beredar. Mulai dari bencana, penyakit, sampai krisis ekonomi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan dan sepertinya tidaklah ke arah yang lebih baik.

Akan tetapi di tengah situasi ini apakah anda memilih untuk ketakutan atau percaya? Saya ingin menantang anda untuk mendeklarasikan ayat berikut ini:

Mazmur 56:3 “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu”

Di situasi seperti inilah seharusnya kita sebagai orang percaya menunjukkan perbedaan karena iman kita. Ucapkanlah berkat, perkatakan hal yang membangun, melangkahlah maju dalam damai Kristus! Ingat bahwa hidup anda seharusnya bukan menjadi Fear Factor melainkan Faith Factor!


Sparks! dibuat dengan suatu kerinduan agar semua orang dapat berkontribusi membagikan api kecilnya kepada orang lain. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s