Rohani vs Sekuler?


ditulis oleh Marcel Josojuwono, 18 September 2019


“Saya kalau hari biasa kerja di sekuler”

Familiar dengan pernyataan diatas? Di lingkungan gereja, seringkali kita mendengar pembicaraan dimana orang memisahkan mana yang sekuler dengan mana yang rohani. Tidak sedikit yang merasa merendah ketika berbicara dengan seorang pendeta dan berkata kalau dia bergerak di dunia sekuler. Label “sekuler” ini juga sering digunakan untuk menjelaskan suatu karya seni, aliran musik, dan film.

Di sisi lain kita pun sering mendengar kata “rohani” untuk menjelaskan suatu hal mulai dari pekerjaan ataupun pelayanan. Hal ini membuat seakan – akan pekerjaan yang rohani itu adalah pekerjaan yang berhubungan dengan gereja. Bukankah hal ini cukup aneh mengingat kita dipanggil untuk menjadi terang di dalam kegelapan (Matius 5:14)? 

1. Sekuler berarti terpisah dari Tuhan
Meskipun kata “sekuler” sering digunakan khususnya dalam lingkungan gereja, tahukah anda apa pengertian dari kata tersebut? Sekuler adalah suatu kondisi dimana sesuatu tidak terhubung dengan hal yang religius. Dengan kata lain ketika kita menyebut sesuatu sebagai sekuler, maka artinya hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Sama halnya dengan pekerjaan anda. Jika anda menganggap pekerjaan anda adalah sekuler, maka seakan – akan anda memisahkan Tuhan dari pekerjaan anda.

“Ketika kita menyebut sesuatu sebagai sekuler, maka artinya hal tersebut tidak ada kaitannya dengan Tuhan.”

2. Dunia rohani dan dunia sekuler berada pada dunia yang sama
Yesus berkata bahwa Ia mengutus kita seperti anak domba ke tengah serigala (Lukas 10:3). Perhatikan bahwa ayat tersebut menggunakan kata “ke tengah” dan bukan “di luar”. Hal ini menunjukkan bahwa yang rohani pun berada pada dunia yang sama dengan yang “tidak rohani”. Justru disinilah perbedaan kita sebagai pengikut Kristus yaitu untuk membawa terang-Nya dimanapun kita berada.

3. Pekerjaan “sekulermu” juga merupakan pelayanan untuk Tuhan
Kolose 3:23 berkata, “Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Hal ini berarti semua hal yang kita lakukan baik itu bekerja atau beribadah haruslah kita lakukan dengan segenap hati untuk Tuhan. Pekerjaan yang “rohani” pun bisa jadi tidak berkenan, bila dilakukan bukan untuk Tuhan.

Tuhan ingin masuk dalam kehidupanmu baik itu di pekerjaan, hobi, kesenangan dan hubungan anda. Ingat jangan libatkan Tuhan hanya pada hal yang berhubungan dengan gereja saja. Jadi sekuler atau rohani? Daripada pusing memikirkan itu, lebih baik memikirkan sudahkah anda melibatkan Tuhan dalam setiap aspek hidupmu?


Sparks! merupakan sarana renungan kristen yang bertujuan untuk memperlengkapi kehidupan saat teduh setiap orang percaya. Sparks! akan membagikan konten renungan dalam berbagai topik mulai dari doa, iman, keselamatan, kasih, komunitas, keluarga, dan masih banyak lagi. Jika setelah membaca artikel ini anda tergerak untuk berkontribusi melalui wadah ini, anda dapat menghubungi kami melalui email ke daylightworks@gmail.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s